Cara Mengirim Baterai Drone Enterprise via Kargo Udara


Panduan Singkat Dangerous Goods untuk Operator Industri
Baterai drone enterprise seperti TB65 pada DJI Matrice 350 RTK memiliki kapasitas sekitar 263 Wh, sehingga tidak diperbolehkan dibawa dalam penerbangan penumpang biasa.
Solusinya adalah pengiriman melalui kargo udara sebagai barang berbahaya (Dangerous Goods / DG).
- Klasifikasi Regulasi
Baterai lithium-ion lepas (tanpa perangkat) masuk kategori:
UN3480 – Lithium Ion Batteries
Karena kapasitasnya >160 Wh, pengiriman hanya diperbolehkan melalui:
- Cargo aircraft
- Dengan prosedur IATA Dangerous Goods Regulation (DGR)
Artinya, tidak bisa dikirim sebagai paket biasa.
- Dokumen yang Dibutuhkan
Umumnya diperlukan:
- MSDS (Material Safety Data Sheet) baterai
- Shipper’s Declaration for Dangerous Goods
- Label UN3480 & Lithium Battery Handling
- Dokumen uji UN38.3 (uji keamanan transportasi lithium)
Freight forwarder yang menangani harus memiliki sertifikasi DG.
- Proses Pengiriman Singkat
Alur umum:
- Konsultasi dengan forwarder DG certified
- Verifikasi spesifikasi Wh & dokumen teknis
- Packing sesuai standar (isolasi terminal, kemasan tahan benturan)
- Penerbitan deklarasi DG
- Pengiriman melalui jalur cargo aircraft
Biasanya memerlukan waktu dan biaya tambahan dibanding pengiriman reguler.
- Kesalahan Umum yang Menyebabkan Penolakan
- Tidak mencantumkan kapasitas Wh
- Mengirim tanpa deklarasi DG
- Packing tidak sesuai standar
- Menganggap bisa dikirim seperti baterai kecil
Baterai >160 Wh akan otomatis ditolak jika tidak mengikuti prosedur resmi.
Kesimpulan
Untuk proyek luar kota atau lintas negara, baterai drone enterprise tidak bisa dibawa sembarangan. Pengiriman via kargo udara harus mengikuti regulasi Dangerous Goods dengan dokumen dan packaging yang sesuai standar internasional. Perencanaan logistik sejak awal menjadi kunci agar operasional di lokasi tidak tertunda akibat kendala pengiriman baterai.








